Jenis Produk Ekonomi Kreatif dan Potensinya di Era Digital

Jenis Produk Ekonomi Kreatif dan Potensinya di Era Digital

Gaung ekonomi kreatif rasanya makin terdengar jelas sejak Bekraf didirikan sampai dileburkan ke Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Wajar saja kalau produk ekonomi kreatif di Indonesia tidak pernah sepi. Rasanya selalu ada saja produk baru di sektor tertentu.

Hal itu tentu tidak lepas dari eksplorasi kreativitas. Tenang saja karena semakin kreativitas, kemampuan dan keterampilan digali dan dipakai, bukannya habis malah semakin menghasilkan.

Itulah yang menjadikan kreativitas dipilih jadi faktor utama di konsep ekonomi kreatif. Terlebih lagi, era serba internet sekarang ini bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan perekonomian kreatif di Indonesia.

Apa Saja yang Dihasilkan dari Ekonomi Kreatif Indonesia? 

Ekonomi kreatif bisa dibilang sebagai suatu konsep. Dari konsep itulah, muncul industri kreatif yang merupakan bentuk usaha nyata yang menghasilkan produk. Modal utama yang dipakai adalah kreativitas untuk mengolah segala potensi demi keuntungan.

Ada banyak sektor ekonomi kreatif di Indonesia yang menjanjikan. Tiap sektor punya produk khas yang dibuat oleh anak bangsa. Berikut contoh produk ekonomi kreatif dari tiap sektor:

  • Produk Musik yang Menginspirasi dan Menguntungkan 

Industri musik di Indonesia mungkin nggak se-wow Amerika, Jepang ataupun Korea. Tapi jangan salah, geliatnya masih ada kok. Justru makin banyak lagu baru yang dinyanyikan oleh para penyanyi muda.

Produk dari industri musik ini adalah genre musik yang muncul di Indonesia. Beberapa contohnya yaitu dangdut, keroncong, campursari, pop, reggae dan rock.

Sekarang ini, musisi lebih sering mengenalkan lagu mereka di platform digital. Ya karena CD sudah tidak terlalu laris lagi di Indonesia. Ditambah lagi banyaknya pembajakan.

  • Produk Kesenian yang Kental dengan Kekhasan Tradisional 

Kamu pernah dengar tentang ekonomi kreatif yang berbasis kebudayaan lokal nggak? Bagi yang belum tahu, maksudnya adalah penciptaan suatu produk yang memanfaatkan budaya lokal setempat karena dianggap potensial.

Salah satu wujud nyatanya yaitu kesenian yang berupa tari tradisional. Misalnya Tari Gambyong, Tari Pendet, Tari Jaipong, Tari Piring dan Tari Tor Tor.

Dari nama tariannya saja, kamu sudah bisa menebak asal daerahnya, kan? Itulah bukti bahwa tarian adalah produk kreatif yang kental akan budaya suatu daerah.

Setiap jenis tarian punya filosofi, cerita dan daya tarik yang potensial untuk memajukan ekonomi kreatif.   

  • Produk Kerajinan yang Sudah Lama Jadi ‘Nyawa’ Masyarakat Indonesia

Sebelum gencar-gencarnya ekonomi kreatif, pengrajin sudah jadi profesi yang ditekuni banyak masyarakat Indonesia. Contoh produk kerajinan yang populer yaitu ukiran, patung, vas bunga, meja, kursi, topi, payung dan tas.

Beberapa daerah punya kekhasan masing-masing. Bisa dari jenis bahan yang dipakai, teknik yang diterapkan ataupun motif yang dimunculkan. Produk kerajinan lokal banyak yang sudah diekspor bahkan ada negara yang jadi pelanggan tetap.

  • Produk Fashion yang Selalu Dinamis 

Industri fashion di Tanah Air ternyata menguntungkan lho. Sumbangannya ke peningkatan nilai ekonomi negara nggak main-main karena jumlahnya bisa miliaran.

Beberapa contoh produk fashion yakni koleksi Dian Pelangi, brand jeans LEA, brand kaos anak muda 3Second, brand Cotton Ink, brand kemeja pria The Executive dan brand Minimal. Kerennya lagi, semua produk lokal tersebut sudah sukses di pasar dunia. 

  • Produk Kuliner yang Sukses Mendunia karena Cita Rasa yang Kaya 

Kalau kamu lebih suka berburu makanan luar, lebih baik mulai cicipi deh lezatnya olahan Indonesia. Sudah banyak lho jenis makanan nusantara yang digandrungi warga dunia. Pokoknya menguntungkan buat perut dan juga ekonomi negara.

Contoh produk kuliner yang populer antara lain rendang, sate, nasi goreng, gudeg, tempe, sop buntut, soto, bakso dan gado-gado.

Pemasaran Produk Hasil Ekonomi Kreatif di Era Internet of Things 

Era Internet of Things alias Revolusi Industri 4.0 udah dimulai sejak 2018 lalu. Perubahannya sudah tahu, kan? Semua aktivitas jadi serba digital dan mengandalkan jaringan internet.

Kondisi ini ternyata bagus lho untuk melejitkan ekonomi kreatif. Karena ada jaringan internet, banyak muncul platform digital termasuk e-commerce. Pemasaran produk ekonomi kreatif di e-commerce Indonesia punya potensi yang cukup besar.

Ditambah lagi, awareness masyarakat akan jual beli online sudah makin tinggi. Coba berapa kali dalam sebulan kamu membuka-buka online shop? Awalnya mungkin cuma iseng tapi lama-lama pasti tertarik beli. Hal yang sama juga mungkin terjadi ke jutaan penduduk Indonesia.

Maka nggak heran kalau nilai transaksi di e-commerce bisa sampai 300 triliun lebih dalam setahun. Kabar baiknya, 30% produk lokal jadi incaran para pembeli.

Wah, kalau terus digenjot maka produk kreatif lokal bisa merebut sisa 70% di e-commerce, kan? Itulah peluang besar yang harus dimanfaatkan.

Produk hasil kegiatan ekonomi kreatif pasti bertambah. Sebab, kreativitas dan kemampuan yang selalu dipakai akan selalu berkembang. Adanya platform digital justru membuka jalan yang lebar untuk lebih memajukan lagi produk kreatif buatan lokal.

Sumber : https://www.kemenparekraf.go.id/

shares